BERITA LAINNYA  
Waspada Diabetes
3 November 2016

Waspada Diabetes

Menyambut Hari Diabetes Dunia 14 November

 

Diabetes melitus atau penyakit yang lebih dikenal dengan kencing manis, merupakan penyakit yang ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi.

Pasien dengan diabetes menunjukkan gejala yang khas seperti sering haus, sering buang air kecil, sering lapar, dan mengalami penurunan berat badan yang signifikan tanpa menjalani diet.

Gejala lainnya yang tidak khas namun sering dialami pasien diabetes yaitu rasa lemas, kesemutan, pandangan kabur, gatal-gatal pada kemaluan (untuk perempuan) atau gangguan ereksi (untuk laki-laki).

Diabetes sendiri menjadi momok yang cukup menakutkan. Kadar gula yang sangat tinggi pada darah dapat menyebabkan komplikasi akut yang berujung kematian. Namun komplikasi yang lebih sering terjadi adalah komplikasi jangka panjang dari diabetes ini.

Diabetes telah diketahui menjadi penyebab utama penyakit jantung (kardiovaskular), kebutaan, gagal ginjal dan penyebab amputasi tungkai bawah. Menurut Federasi diabetes dunia (International Diabetes Federation – IDF), pada tahun 2014 diperkirakan terdapat 9,1 juta penduduk dengan diabetes di Indonesia. Namun, hampir separuh dari jumlah tersebut tidak menyadari dirinya menyandang diabetes.

Pada tahun ini IDF telah mencanangkan kampanye Hari Diabetes Dunia dengan tema “Eyes on Diabetes”. Mengapa tema mata ini diangkat dan seberapa besarkah masalah mata terkait diabetes? Cukup mengejutkan karena 1 dari 3 penderita diabetes dapat mengalami komplikasi pada mata yang menyebabkan kebutaan. Tentu saja komplikasi ini dapat dicegah atau diperlambat dengan mengenali secara dini adanya diabetes dan menjalankan terapi untuk mempertahankan kadar gula darah senormal mungkin bagi penderita diabetes.

Cukup banyak pasien yang baru terdiagnosis atau diketahui menderita diabetes setelah mengalami komplikasi pada mata. Sehingga penting untuk menjalani screening atau pemeriksaan untuk mengetahui adanya diabetes. Screening ini dilakukan untuk orang-orang yang memiliki risiko tinggi terjadinya diabetes, yaitu:

1.      Orang dengan indeks masa tubuh (IMT) ≥ 23 kg/m2 disertai faktor risiko

a.       Aktifitas fisik yang kurang

b.      Memiliki keluarga dengan diabetes (ayah, ibu, saudara kandung)

c.       Perempuan dengan riwayat melahirkan bayi BB > 4kg atau riwayat diabetes melitus gestasional

d.      Memiliki hipertensi

e.       Memiliki kolesterol (terutama trigliserida tinggi dan HDL yang rendah)

f.       Perempuan dengan Kista ovarium

g.       Memiliki penyakit jantung

 

2.      Berusia > 45 tahun  tanpa faktor risiko

Screening diabetes dilakukan dengan melakukan pemeriksaan darah setelah berpuasa minimal 8 jam, setelah diambil darah pertama pasien boleh makan dan dilakukan pemeriksaan darah berikutnya 2 jam kemudian. Hasil dari pemeriksaan darah tersebut adalah sebagai berikut:

 

Gula Darah Puasa (mg/dl)

Gula 2 jam setelah makan (mg/dl)

Diabetes

≥ 126

≥ 200

Prediabetes

100-125

140-199

Normal

<100

<140

 

Hasil pemeriksaan gula darah ini tetap harus diinterpretasikan oleh dokter anda. Bila gula darah normal, maka pemeriksaan ini diulang setiap 3 tahun. Namun bila hasil pemeriksaan darah menunjukkan prediabetes maka pemeriksaan diulang setiap tahun.

Kewaspadaan adanya diabetes ini diharapkan dapat mengenali adanya diabetes dan mencegah atau memperlambat datangnya komplikasi, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien dengan diabetes.

 

Dr Chandra Sari SpPD

 

 Panacea Clinic Balikpapan

Kembali         Cetak
  JL. MT. Haryono, Komp. Mal Fantasi Blok AB 2
  No. 18 � 20, Balikpapan Baru 76114 � KALTIM
  Tel : (62-542) 877898 (Hunting), Fax : (62-542) 877898
  Website : www.klinik-panacea.net
  Email     : humas@klinik-panacea.com
  • Klinik Fisioterapi
  • Klinik Hipnoterapi
  • Klinik Kedokteran Wisata
  • One Day Surgery
  • Evakuasi Medis
  • Home Care
  • Pilates
  • Training Kesehatan
 
   
  Home | Profil | Pelayanan | Fasilitas | Dokter | Konsultasi | Webmail
Copyright © 2005 Klinik Panacea All rights reserved